Cara Tepat Mengamankan Uang Anda dengan Bisnis Properti

Dewasa ini, bisnis dan investasi sudah sangat umum dijalankan oleh berbagai kalangan masyarakat. Bukan hanya masyarakat kelas menengah atas, tetapi juga masyarakat kelas menengah dan bahkan kelas bawah. Bahkan, kini sudah mulai banyak masyarakat yang ikut serta menanam saham di bursa saham dengan modal patungan, atau dengan modal pribadi meskipun hanya ratusan ribu.
investasi properti
Salah satu bisnis yang cukup diminati saat ini adalah bisnis properti dengan beragam caranya. Di antaranya dengan menjadi sales, investor, perantara, hingga arsitektur. Bisnis properti hingga kini masih dipandang sebagai bisnis jangka menengah dan jangka panjang yang menjanjikan. Selain karena kebutuhan tanah dan rumah yang semakin meningkat, harga jualnya juga minim risiko.

Fungsinya yang sebagai aset tabungan dan harta tidak bergerak ini menjadikan minat investasi di sektor properti digemari oleh kalangan menengah ke atas. Rumah atau bangunan milik Anda, selain dijual juga bisa disewakan atau dikontrakkan dalam jangka waktu tertentu. Dengan harga sewa yang mengikuti kondisi perekonomian lokal dan nasional, banyak pengamat mengatakan harga tanah dan bangunan akan terus naik setiap tahun.

Penurunan harga sewa atau harga jual properti jarang terjadi. Hal tersebut dikarenakan kondisi perekonomian yang terus bergerak naik setiap waktunya. Kemajuan bisnis properti ini akan semakin signifikan jika didukung oleh pesatnya pembangunan fisik daerah tersebut.

Namun, bisnis properti juga baiknya didukung oleh pengetahuan-pengetahuan mendasar tentang ini. Berikut caratepat.com sampaikan beberapa cara mengamankan uang Anda dengan bisnis properti. Beberapa cara yang umum dilakukan adalah dengan menjadi sales, perantara, investor.

1. Sebagai Investor

Dalam bisnis, terutama sektor properti, penanaman investasi sering kali dibuka oleh umum. Anda juga bisa menanam investasi secara pribadi sebagai aset perusahaan atau patungan.

Investasi secara umum memiliki arti penanaman modal atau uang dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Dalam sektor properti, investasi sering dilakukan dengan cara ikut serta menanam modal pada perusahaan pengembang atau membeli rumah yang ditawarkan. Investasi saham pada proyek lazim dilakukan dengan tujuan mencari keuntungan penjualan properti tersebut. Sementara itu, investasi dengan membeli properti bertujuan menjadikannya aset tabungan, kelak dijual kembali atau dikontrakkan.

Mengingat Anda sebagai investor, berarti Anda ikut serta dalam menjalankan bisnis ini secara kolektif dengan investor lainnya. Berbeda jika Anda menjadi pembeli, Anda menjalankan bisnis ini secara pribadi. Menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi lazim dilakukan oleh pemilik aset.

Sebagai pembeli yang akan menjualnya kembali, Anda juga bisa mengubah aset properti Anda menjadi berbeda dengan yang lainnya. Misalnya menjadikannya ruko, kantor pribadi, atau kontrakan-kontrakan dan indekos. Namun, kekurangannya adalah Anda menanggung risikonya sendiri. Berbeda dengan investor, risiko ditanggung bersama, meskipun keuntungan juga dibagi bersama.

2. Sebagai Sales atau Perantara

Secara umum, sales adalah aktivitas bisnis menjual produk dan jasa. Dalam marketing, sales berfungsi mendekati pasar yang potensial untuk kemudian mencari pembeli di dalamnya. Cara mengamankan uang Anda dengan bisnis properti sebagai sales sering dilakukan oleh perseorangan untuk mencari keuntungan. Hal ini juga biasa dilakukan oleh perusahaan dengan menjalankan peran sebagai perantara.

Dewasa ini, kebutuhan akan properti yang cukup mendesak dan ketersediaan properti yang banyak sering kali membuat bingung calon pembeli karena banyaknya pilihan. Perantara yang berupa perusahaan dalam beberapa kesempatan juga sering berperan sebagai konsultan pemilihan properti. Bahkan, ada juga yang berperan sebagai konsultan bisnis dengan menjadikan bisnis properti sebagai sektor bisnisnya.

Klien-klien perantara biasanya adalah perseorangan. Namun, seiring berkembangnya kebutuhan akan properti, kliennya kini adalah lembaga, perusahaan lain, dan bahkan pengembang itu sendiri. Perusahaan yang menyediakan jasa perantara sering kali juga berupa konsultan hukum dan konsultan-konsultan arsitek. Produk jasa yang ditawarkan bahkan di antaranya adalah penilaian lahan yang akan dibangun properti, akses dengan notaris, hingga negosiasi ketersediaan lahan.

Perantara dalam sektor properti kini mulai banyak diminati, seiring dengan semakin mahalnya harga lahan dan keterbukaan investasi. Tidak heran, banyak orang yang menjual tanahnya ke perantara.

Di antara berbagai opsi tersebut, manakah yang paling menarik minat Anda? Sebenarnya tulisan ini hanya fokus kepada poin no 1, tetapi bisa saja dana yang anda miliki untuk modal poin no 2.

Ingat, jangan terlalu pusing memulai bisnis, yang penting kita siap dan sudah memperhitungkannya dengan “cukup”. Do action!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *