Cara Pintar Menabung Bukan Uang: Pilih Emas atau Properti?

Ada banyak manfaat menabung. Selain dapat melatih kedisiplinan, hasil dari menabung juga pasti akan berguna untuk masa depan. Oleh karena itu, menabung seharusnya menjadi gaya hidup, bukan beban atau dilakukan karena terpaksa. Pada era modern ini, menabung tidak lagi terbatas pada cara-cara konvensional, seperti menyimpan uang di celengan atau tempat-tempat tersembunyi di rumah. Saat ini, tersedia berbagai cara menabung yang lebih praktis sekaligus menguntungkan.

tabungan emas batangan

Salah satu di antaranya adalah menabung emas. Bagaimana caranya? Sebenarnya gampang saja. Seperti halnya menabung uang, emas pun bisa dikumpulkan sedikit demi sedikit. Ada pula jenis menabung dalam bentuk properti. Selain menjadi alternatif untuk menyimpan uang tunai, properti juga merupakan investasi.

Baik menabung emas atau properti, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing Nah, sebelum memutuskan cara apa yang akan Anda terapkan, perhatikanlah beberapa hal berikut.

Dana Awal yang Dibutuhkan

Harga emas per 1 gram adalah sekitar Rp580.000. Meskipun tidak terlalu signifikan, harga ini bisa naik atau turun tergantung kondisi pasar. Jika ingin menabung dalam bentuk emas, itu berarti Anda perlu menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp580.000 setiap kali menyetor tabungan. Jumlah ini terbilang cukup terjangkau. Lihat harga emas bisa di website Pegadaian.

Sementara itu, jika ingin menabung dalam bentuk properti, Anda harus menyiapkan dana yang terbilang sangat besar. Saat ini, harga properti semakin melambung, baik dalam bentuk tanah maupun bangunan. Apalagi jika properti tersebut berada di area-area strategis. Meskipun demikian, jika dana yang tersedia memang mencukupi, Anda boleh saja menyimpannya dalam bentuk properti.

Menabung dengan cara membeli properti juga bisa Anda wujudkan dengan mencicil setiap bulan. Caranya, ajukan KPR ke bank dan bayarlah setiap bulan hingga masa cicilan selesai.

Keuntungan yang Didapatkan

Ketika menyimpan uang dalam bentuk emas, Anda akan memperoleh keuntungan berupa selisih harga jual dengan harga beli yang cukup besar. Tentu saja, keuntungan ini bisa didapatkan setelah jangka waktu yang cukup panjang. Dalam hal ini, dibandingkan dengan menabung dalam bentuk uang, emas dianggap lebih potensial.

Lalu, bagaimana dengan properti? Keuntungan menabung dalam bentuk properti bahkan lebih besar dibandingkan emas. Tak bisa dimungkiri, dalam waktu 5 tahun atau lebih setelah dibeli, nilai properti naik mencapai beberapa puluh persen. Ini berarti, Anda mendapatkan keuntungan yang signifikan jika berhasil menjualnya.

Faktor Regular Income

Tabungan berbentuk emas tentu saja tidak bisa memberikan nilai tambah berupa uang tunai yang bisa Anda nikmati. Keuntungan hanya akan bisa diperoleh ketika emas benar-benar sudah terjual.

Nah, bagaimana dengan properti? Perlu diketahui, ada dua keuntungan memilih properti sebagai bentuk tabungan atau investasi. Pertama, ada capital gain yang terus meningkat seiring dengan semakin mahalnya nilai jual properti. Kedua, ada yang disebut regular income. Sederhananya begini, properti dalam bentuk apa pun, baik tanah maupun bangunan, bisa disewakan kepada pihak lain. Biaya sewa inilah yang termasuk dalam regular income.

Jadi, sementara nilai properti semakin membubung tinggi, Anda juga akan mendapatkan pemasukan bulanan atau tahunan dalam bentuk uang sewa atas properti tersebut. Menarik, bukan?

Perihal Pencairan Dana

Apabila surat-suratnya lengkap, emas biasanya sangat mudah dijual di toko-toko emas. Ini sangat cocok bagi Anda yang kerap membutuhkan dana tunai dalam waktu cepat. Dalam hal ini, Anda hanya perlu datang ke toko emas, melakukan penjualan, dan hasil penjualan pun bisa langsung Anda peroleh saat itu juga.

Ini sangat jauh berbeda dengan properti. Untuk mengubahnya menjadi dana cair diperlukan proses yang cukup panjang. Anda harus menyiapkan berbagai dokumen penting agar proses jual beli properti semakin lancar. Bahkan, Anda harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pembeli yang cocok, baik dari segi harga maupun kesepakatan lain. Jadi, sebelum menabung dalam bentuk properti, pertimbangkanlah dengan bijak hal ini.

Proses Pembelian

Cara membeli emas sangat mudah. Anda hanya perlu datang ke toko emas dan membawa uang. Kemudian, pilihlah jenis perhiasan emas yang Anda inginkan. Anda juga bisa membeli emas dalam bentuk batangan.

Berbeda halnya dengan membeli properti. Bisa dibilang, membeli rumah atau tanah membutuhkan proses yang cukup panjang. Ada banyak dokumen dan persiapan yang harus disediakan.

Masalah Perawatan Aset

Dibandingkan emas, properti membutuhkan perawatan dan renovasi yang jauh lebih detail dan serius. Apalagi jika properti tersebut dalam bentuk bangunan yang mengedepankan kecantikan dan desain yang indah. Cacat sedikit saja bisa jadi mengurangi nilainya sehingga harganya pun akan ditawar lebih rendah. Ini tentu situasi yang merugikan bagi penjual.

Sementara itu, emas sama sekali tidak membutuhkan perawatan apa pun. Anda hanya perlu menyimpannya di tempat yang aman, terlindungi, dan bersih.

Bisa Dijadikan Agunan

Persamaan lain kedua bentuk tabungan ini, baik properti atau emas, bisa dijadikan agunan atau jaminan ketika mengajukan kredit. Agunan properti biasanya dalam bentuk sertifikat rumah atau tanah. Rumah yang diagunkan masih tetap bisa ditempati selama Anda mencicil dengan rutin dan lancar.

Sementara itu, emas (khususnya emas perhiasan) biasanya tidak bisa digunakan setelah dijadikan sebagai agunan. Dalam hal ini, barang itu sendiri yang akan disimpan oleh pemberi pinjaman hingga masa cicilan berakhir. Jika tidak bisa menyelesaikan pembayaran, agunan akan menjadi milik pemberi pinjaman.

Rentan Terbelit Sengketa

Permasalahan lain yang mungkin akan Anda hadapi saat membeli rumah adalah rentan terbelit sengketa. Ada banyak kasus yang melibatkan pihak pembeli dan penjual rumah terkait kesepakatan maupun perjanjian yang tidak memuaskan sehingga menimbulkan sengketa. Hal ini tentu saja tidak akan terjadi jika Anda lebih memilih untuk membeli emas.

Membutuhkan Ruang Penyimpanan

Ketika menabung dalam bentuk emas, Anda memiliki tanggung jawab lain yaitu mencari tempat penyimpanan yang aman dan bebas dari gangguan tindak kejahatan. Sebaliknya, rumah tidak membutuhkan hal ini. Anda hanya perlu menandai hak milik tersebut dengan pagar pembatas supaya lebih aman.

Baik menabung dalam bentuk emas maupun properti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika Anda memutuskan untuk menabung dengan dua cara ini, pastikan sudah memahami kelebihan dan kekurangannya supaya tabungan Anda bukan hanya tersimpan dengan baik, tetapi juga memberi nilai tambah.

Bagi admin caratepat.com, emas dan properti adalah hal wajib untuk diikuti untuk mengamankan aset kita. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *