Kiat Sederhana Untuk Memulai Bisnis

Tulisan perdana caratepat.com kali ini akan membahas tentang kiat sederhana untuk memulai bisnis. Mengapa tulisan ini menjadi tulisan perdana yang kami pilih? Ini karena bisnis atau wirausaha adalah salah satu faktor terpenting yang berhubungan dengan kehidupan manusia, dan tentu saja berhubungan dengan yang namanya uang! mMari kita bahas bersama.

Sering kali bisnis dimulai dengan aksi-aksi sederhana dan tanpa perhitungan panjang, tetapi justru mengalami kesuksesan besar. Tampaknya ini sesuai dengan slogan, “memulai bisnis itu gak harus banyak mikir“. Slogan ini juga sering terdengar di banyak seminar dan kelompok-kelompok bisnis pemula.
memulai bisnis

Banyak orang yang ingin memulai bisnis menjadi ciut nyalinya setelah melakukan analisis SWOT, terutama pada bagian analisis kelemahan dan ancaman. Mereka lupa bahwa memulai bisnis itu gak harus banyak mikir. Alih-alih takut dengan hasil analisis SWOT tadi, lebih baik simak beberapa kiat sederhana untuk memulai bisnis tanpa harus banyak berpikir.

1. Jadikan Bidang Kesukaan Anda Sebagai Lahan Bisnis

Bisnis sering dimulai dengan mengambil peluang dari hobi yang dijalankan. Banyak contoh bisnis berhasil berasal dari hobi. Kunci utamanya adalah pandai-pandai mengambil peluang dan menjadikannya lahan bisnis. Minat dan hobi tertentu memang kurang begitu masuk akal jika memakai logika bisnis karena ada faktor kesenangan di sana. Namun, faktor kesenangan inilah yang membuat orang-orang rela menghabiskan banyak dana.

Sekilas memang tampak tidak lazim, bahkan mungkin bisa dikatakan gila. Namun,. hal-hal seperti ini memang banyak terjadi di kalangan komunitas-komunitas penghobi dan sering dijadikan bisnis. Sempat terkenal berita tentang orang yang mau menukar sebuah item dari sebuah game online dengan motor, sekaligus surat-suratnya secara tunai. Sekilas memang tampak “gila” atau tidak wajar, tetapi ini bisa disikapi oleh pebisnis dengan menjadikannya peluang.

Anda juga bisa menjadikan bidang kesukaan Anda sebagai lahan bisnis. Jika Anda memiliki hobi naik gunung atau traveling, Anda bisa memulai bisnis jasa pengantaran ke tempat wisata atau biro travel khusus wisata. Jika Anda senang dengan kucing, Anda bisa membuka toko makanan hewan atau obat dan perlengkapan hewan. Dengan memulai bisnis dari hal yang Anda senangi, pasti Anda juga sudah memiliki pengetahuan tentang bidang itu dan mungkin juga jaringan perkenalan yang bisa mendukung. Termasuk juga pemahaman tentang potensi usaha yang akan dijalankan.

2. Konsistensi

Bisnis banyak gagal hanya karena satu hal, inkonsistensi pelakunya dalam menjalankan bisnis. Beberapa hal bisa membuat pelaku usaha menjadi inkonsisten dalam menjalankan usahanya. Di antaranya adalah kurangnya peminat, sepinya perhatian, keuntungan yang di bawah ekspektasi atau sekadar ketidakpuasan dengan usahanya.

Padahal, konsistensi dan daya tahan dalam menjalankan usaha adalah salah satu faktor pembentuk brand. Jika ada yang kurang dalam usahanya, tindakan yang benar adalah memperbaikinya, mengubah sikap atau mengubah strategi penjualan menjadi lebih baik. Bukan dengan bersikap inkonsisten seperti mengubah produk semaunya, mengubah-ubah tampilan produk terlalu sering, dan lainnya.

Salah satu hal yang sering membuat pelaku usaha tidak konsisten dalam menjalankan awal bisnisnya adalah ekspektasi berlebihan atau salah perhitungan. Inkonsistensi juga terjadi karena penyesuaian usaha dengan kondisi atau perubahan strategi dalam menjalankan usaha. Inkonsistensi semacam ini hanya bersifat sementara karena penyesuaian saja. Banyak jenis usaha yang mengalami banyak perubahan saat pertama berjalannya, tetapi tetap konsisten untuk selanjutnya.

3. Determinasi Tinggi

Determinasi tinggi dalam menjalankan bisnis adalah penyebab paling utama munculnya slogan, “memulai bisnis itu gak harus banyak mikir”. Asalkan dengan modal ngotot dan modal “dengkul” saja, bisnis bisa berjalan dan keuntungan bisa berdatangan. Kunci utamanya adalah kerja keras dan kerja efektif.

Banyaknya perhitungan-perhitungan tentang bisnis dan modal untuk memulai usaha, kadang melupakan sisi paling pentingnya, yaitu bagaimana memulainya. Sementara kunci dari slogan bisnis, “memulai bisnis itu gak harus banyak mikir”, adalah jalankan dulu, pikirkan sisanya kemudian. Tunjukkan determinasi tinggi dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis, kemudian serahkan sisanya pada keberuntungan dan pikirkan akibatnya setelah berjalan.

Slogan itu dipopulerkan oleh banyak pebisnis besar yang memulai bisnisnya dari awal. Salah satunya adalah Bob Sadino. Bob Sadino sering menekankan, dalam memulai bisnis tidak usah terlalu banyak berpikir. Jalankan dulu saja, lakukan sengotot mungkin dan serahkan hasilnya pada Tuhan. Ditambahkan, “bisnis yang dijalankan dengan sepenuh hati dan determinasi tinggi, lebih baik dibandingkan bisnis yang terlalu banyak berhitung namun berjalan setengah hati”.

Jadi, sudahkah Anda siap memulai bisnis? Tidak usah banyak mikir, segera wujudkan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *