Kontrakan Murah Oke, Asal Memiliki 9 Syarat Ini

Kita semua tahu bahwa mencari kontrakan rumah yang ideal atau yang pas dengan keinginan kita tidaklah mudah. Untuk itu, bagi Anda yang sedang menghadapi masalah ini, caratepat.com akan membahas secara khusus hari ini.

kontrakan murah

Siapa sih, yang tidak ingin memiliki rumah pribadi? Semua orang pasti menghendaki hal tersebut. Namun, kendala kerap menghalangi niat baik Anda. Banyak alasan menunda punya rumah, antara lain uangnya belum cukup, tidak mau melalui metode kredit, hingga alasan pekerjaan selalu berpindah lokasi.

Solusi terbaiknya, yaitu mengontrak rumah. Kini, banyak hunian disewakan dengan harga murah. Namun, kontrakan murah bukan berarti murahan. Berikuti ini sembilan syarat yang harus dipenuhi agar kontrakan tersebut nyaman ditinggali. Mohon dicatat jika dirasa perlu untuk diingat, inilah hal penting yag berhubungan dengan kontrakan murah tapi masih tetap oke dan nyaman ditinggali.

1. Lingkungannya Tergolong Aman

Menemukan lingkungan yang baik memang tidak mudah. Minimal, Anda mendapatkan lingkungan aman, bebas banjir, dan tidak kumuh. Hindari tinggal di dekat tempat hiburan malam karena bisa berdampak buruk bagi keluarga dan perkembangan anak. Upayakan mencari lingkungan religius dan mengutamakan moral.

Selain itu, lingkungannya asri dan memiliki ruang terbuka hijau. Kebersihan juga harus diperhatikan guna menjaga kesehatan Anda dan keluarga. Jangan memilih rumah kontrakan yang berdekatan dengan tempat pembuangan sampah. Aromanya pasti menimbulkan polusi udara dan menganggu pernapasan.

2. Bandingkan Harga Sewa dan Fasilitasnya

Harga sewa kontrakan boleh murah, tetapi fasilitasnya harus oke. Fasilitas tersebut meliputi ketersediaan air, listrik, dan kamar mandi yang memadai. Air mesti mengalir lancar dan bersih. Listriknya terpasang dengan benar dan terhindar dari bahaya arus pendek.

Kamar mandi merupakan fasilitas vital yang wajib ada di dalam rumah. Ruangan ini menjadi salah satu syarat rumah sehat. Pastikan kondisi kamar mandinya nyaman, bersih, dan tertutup. Setelah itu, bandingkan dengan penawaran harga dari penyewa. Jika kurang sesuai, carilah kontrakan lainnya.

3. Periksa Kondisi Rumah

Kualitas rumah kontrakan ditinjau dari beberapa hal, antara lain kondisi bangunan, pencahayaan, dan ventilasi. Pilih rumah yang bangunannya masih kuat. Kalau ada bagian rapuh, cari cara tepat renovasi rumah.

Perhatikan bentuk atap dan letak langit-langitnya. Jika Anda mengontrak rumah di dataran tinggi, cari model langit-langit rendah. Sebaliknya, di kawasan dataran rendah, posisinya harus tinggi untuk menghindari udara panasi di ruangan.

Berikutnya pencahayaan, harus memancar ke seluruh ruangan. Hindarkan rumah dari kondisi lembap agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan bakteri. Dalam hal ini, ventilasi ikut berperan memasukkan cahaya matahari. Tidak hanya itu, ventilasi mampu melancarkan perputaran udara di dalam rumah. Dengan demikian, interior rumah menjadi cerah, segar, dan nyaman.

4. Lokasinya Strategis

Kriteria lokasi strategi mencakup kepentingan Anda dengan lingkungan di luar area kontrakan. Misalnya, seorang karyawan bank harus mengontrak rumah yang berdekatan dengan kantornya. Contoh lain, mahasiswa mesti mendapatkan kontrakan tidak jauh dari kampusnya.

Tujuan pemilihan lokasi, yaitu untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan sehari-hari. Kalau letak tempat kerja atau sekolah di depan kompleks kontrakan, Anda tinggal berjalan kaki. Sebaliknya, jika jaraknya cukup jauh, naik kendaraan umum bisa dijadikan solusi. Setidaknya, kawasan rumah mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi.

5. Status Rumah Kontrakan Harus Jelas

Anda memang hanya mengontrak selama beberapa tahun. Namun, tidak ada salahnya menanyakan status properti yang akan anda sewa. Tanyakan pada orang yang menyewakan tentang surat kepemilikan rumah tersebut. Pastikan dokumennya lengkap, seperti SHM, AJB, surat PBB, dan bukti pelunasan tagihan PAM serta PLN.

Lalu, apa akibatnya jika Anda mengabaikan status rumah tinggal? Dampaknya beragam, salah satunya terjadi sengketa antara pemilik dan orang yang menyewakan. Akibat terburuknya, penyewa rumah diminta meninggalkan rumah. Nah, kalau sudah begini, tanggung jawab siapa?

6. Pastikan Pemilik Kontrakan Bisa Menjaga Komitmennya

Sebelum Anda menyepakati harga, sebaiknya buatlah surat perjanjian. Surat itu berisi tentang kesediaan pemilik untuk menyewakan rumahnya selama beberapa waktu. Tambahkan keterangan, bahwa si pemilik tidak boleh menjual rumahnya sampai masa kontrak selesai. Kemudian, mintalah kuitansi setelah melunasi biaya kontraknya.

Lalu, bagaimana kalau pemilik rumah tidak mau menandatangani suratnya? Sederhana saja, itu artinya Anda harus mencari rumah kontrakan baru yang lebih layak. Semaksimal mungkin, bujuk pemilik untuk memberikan tanda tangan di atas meterai.

7. Sesuaikan dengan Bujet

Berapa uang yang Anda miliki sekarang? Seperti apa pun bentuk dan desain interior rumahnya, bujet merupakan hal terpenting. Pastikan sudah tersedia dana cukup untuk membayar rumah kontrakan. Hindari memilih kontrakan mahal kalau biayanya tak cukup.

Rumah kontrakan murah memang tidak selalu bagus. Namun, bisa menjadi solusi tempat tinggal saat kondisi keuangan terhambat. Tak ada batasan nominal uang yang harus disiapkan. Anda hanya perlu mengontrak sesuai kemampuan ekonomi.

8. Kenali Karakteristik Masyarakat di Sekitarnya

Masyarakat merupakan kumpulan orang-orang yang disatukan melalui kesamaan adat, tujuan, dan budaya. Karakteristik masyarakat didasarkan pada beberapa hal, antara lain asal daerah dan lingkungan. Biasanya, akan muncul salah satu sosok berpengaruh. Sosok ini memengaruhi anggota masyarakat untuk melakukan suatu tindakan atau kebiasaan.

Supaya tidak canggung dalam pergaulan, sebaiknya kenali karakteristik masyarakatnya. Tentu Anda ingin memiliki tetangga yang perhatian, baik, dan ramah. Karena itu, sebelum tinggal di kontrakan, lakukan interaksi singkat dengan masyarakat sekitar. Adanya jalinan komunikasi ini akan memberikan gambaran tentang perilaku warganya.

9. Tersedia Saluran Pembuangan Limbah

Sebelum membahas fungsinya, pahami dulu definisi saluran pembuangan limbah. Dalam makna denotasi, saluran pembuangan limbah adalah tempat penampungan sisa air dari dapur, cucian baju, dan buangan air keran. Saluran tersebut dibangun dengan cara digali sehingga limbahnya meresap ke dalam tanah.

Manfaat saluran pembuangan limbah, yaitu mencegah terjadinya banji saat hujan deras. Beda saluran pembuangan dengan drainase terletak pada fungsinya. Tidak seperti saluran pembuangan, drainase justru berfungsi untuk mengalirkan air ke sawah-sawah dan menampung air hujan. Karena itu, setiap rumah harus punya keduanya. Begitu pun calon rumah kontrakan Anda, pastikan memenuhi kriteria tersebut.

Itulah sembilan syarat yang harus dipenuhi oleh kontrakan murah. Supaya Anda tidak terlalu lama tinggal di sana, sekarang mulailah mengumpulkan dana. Proses pengumpulan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya menabung di bank. Bentuk tabungan tidak harus uang, Anda bisa investasi emas atau properti.

Untuk menghindari kerugian, sebaiknya cari cara pintar menabung emas VS properti. Informasinya bisa didapatkan dari situs-situs di internet atau dengan bertanya langsung ke lembaga keuangan.

Semoga berhasil!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *